Connect with us

Sumber Belajar

Gunung Agung

Indonesia dijuluki sebagai Ring of Fire (Cincin Api) karena memiliki banyak gunung berapi. Penyebaran Gunung berapi di Indonesia yaitu Sumatra = 30 buah, Jawa = 35 buah, Bali dan Nusa Tenggara = 30 buah, Maluku = 16 buah, Sulawesi = 18 buah, sehingga jumlah keseluruhannya yaitu 129 buah. Gunung berapi Indonesia yang rawan meletus diantaranya yaitu Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Sinabung dan yang akhir-akhir ini adalah Gunung Agung.

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Pulau Bali, terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Gunung Agung memiliki sejarah panjang letusan. Berdasarkan catatan PVMBG, gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini pernah 4 kali meletus sejak 1800. Empat kali letusan itu terjadi pada 1808, 1821, 1843, dan terakhir adalah pada 1963.

Pada bulan Oktober 2017 Gunung Agung dinyatakan berstatus Awas (level 4), sehingga saat ini terdapat 2 gunung di Indonesia yang rawan meletus yaitu Gunung Agung dan Gunung Sinabung. Letusan terakhir Gunung Agung pada tahun 1963 terjadi sejak tanggal 18 Februari 1963, dan berakhir pada 27 Januari 1964. Letusan ini mengakibatkan 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka-luka. Korban jiwa terbanyak umumnya berasal dari daerah sekitar Gunung Agung yaitu Kabupaten Karangasem.

Gunung Agung meskipun memiliki sejarah kelam letusan, merupakan gunung yang dianggap suci bagi masyarakat Hindu Bali. Masyarakat percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat yang dihuni oleh para Dewa dan terdapat istana Dewata. Dalam kepercayaan mereka, roh manusia yang telah meninggal akan menuju ke tempat yang lebih tinggi dan akan bereinkarnasi menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, Gunung Agung dianggap sebagai gunung yang paling suci karena Gunung Agung adalah gunung yang paling tinggi di Pulau Bali.

Masyarakat Hindu Bali membangun banyak Pura di sekitar Gunung Agung, salah satunya adalah Pura Pasar Agung. Mereka tidak takut dengan bahaya dari gunung berapi, namun sebaliknya mereka percaya bahwa tinggal di Gunung Agung akan dilindungi oleh Sang Pencipta. Dalam menanggulangi bencana letusan Gunung Agung, masyarakat di sekitar Gunung Agung memiliki cara tersendiri yaitu :

  • Menyelenggarakan Upacara Warna Kertih untuk memohon kelestarian alam dan agar tidak terjadi bencana
  • Membaca tanda-tanda alam seperti hewan-hewan yang turun dari gunung
  • Bermusyawarah antara para pemangku adat untuk menentukan tindakan warga
  • Menggunakan kentongan untuk berkomunikasi saat terjadi bencana.
  • Saling tolong menolong antara pengungsi dan masyarakat sekitar berdasarkan kepercayaan filosofi Menyama Braya (asas persaudaraan)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sumber Belajar

  • Sumber Belajar

    Dampak gunung krakatau yang mendunia

    By

    Krakatau (English: Krakatoa) adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan...

  • Sumber Belajar

    Gunung di Indonesia

    By

    Pengertian Gunung Indonesia terletak pada wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan...

Berita terkini

Trend

Berita

FIELDTRIP to MONJAYA

By November 17, 2017

Sumber Belajar

Dampak gunung krakatau yang mendunia

By Oktober 19, 2017

Sumber Belajar

Gunung Agung

By Oktober 19, 2017

Sumber Belajar

Gunung di Indonesia

By Oktober 19, 2017
To Top