Connect with us

Penerapan inclusive education di Taruna Elektro Angkatan 60

Foto: Galuh Handayani

Berita

Penerapan inclusive education di Taruna Elektro Angkatan 60

Prev1 of 3

Oleh:

Letkol Laut (E) Lukman Yudho Prakoso., S.IP., M.A.P

Pengembangan sumber daya manusia merupakan keharusan mutlak bagi suatu organisasi dalam menghadapi tuntutan tugas sekarang maupun dan terutama untuk menjawab tantangan masa depan (Siagian, 1996:182).

Suatu kebanggan tersendiri ketika pada bulan mei 2011 saya mendapat tugas baru di Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) sebagai perwira staf Program Studi Teknik Elektro. Sebagai alumni AAL yang lulus tahun 1994 kesempatan mengabdi di almamater tercinta merupakan cita-cita saya sejak lama, keinginan untuk membagikan pengalaman selama bertugas di TNI AL menjadi motivasi tersendiri bagi saya, inilah kesempatan saya untuk bayar utang kepada almamater yang telah membentuk saya sampai saat ini.

Konon menurut Prof Miftah Toha, organisasi TNI adalah organisasi yang terbaik yang ada di Indonesia, termasuk proses rekrut sumber daya manusianya. Tes yang dihadapi seorang yang ingin bergabung dengan TNI melalui lembaga pendidikan setingkat DIV harus melalui proses yang sangat ketat, kualitas setiap proses sangat tinggi. Dan yang paling utama adalah komposisi penilaian dalam intelegensi, mental dan kemampuan fisik harus memenuhi standart yang telah ditentukan, dan mencapai nilai yang layak pada tiga kategori tersebut tidak mudah.

Bobot penilaian prestasi Taruna AAL memiliki komposisi bobot Intelegensi (5), Mental (3) dan kemampuan fisik (2). Saya sebagai perwira staf yang berdinas di Program Studi memiliki peran yang paling besar karena kami harus bertanggung jawab terhadap intelegensi Taruna. Hal ini menjadi sebuah tantangan mengingat Taruna memiliki aktivitas yang luar biasa padatnya yang sangat menguras tenaga. Waktu menjadi sesuatu yang mahal nilainya di AAL, dosen harus kaya kreativitas untuk dapat mengantarkan setiap materi yang akan diajarkan, tanpa kreatifitas tinggi pelajaran yang diberikan akan lewat begitu saja.

Ada fakta menarik ketika saya yang fungsi asasinya adalah pejabat struktur organisasi mendapat tugas tambahan untuk juga bertugas sebagai dosen yang mengampu beberapa materi profesi. Karena padatnya kegiatan taruna yang menguras fisik mereka seringkali saya temukan Taruna kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran, dan banyak diantaranya mengantuk bahkan tidur saat mengikuti pelajaran. Sadar akan pentingnya intelegnsi melalui pemberian materi-materi pelajaran, saya mulai berkreatifitas dalam menyampaikan materi. Kreatifitas dalam mengajar ternyata memang sangat berdampak terhadap fokus Taruna dalam mengikuti pelajaran. Yang mengantuk relatif berkurang tetapi tetap saja ada yang masih mengantuk dan terlihat bosan.

Prev1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Berita terkini

Trend

Peningkatan kompetensi

Peningkatan Kompetensi Guru & Tenaga didik

By Mei 13, 2017

Peningkatan kompetensi

Pengembangan Signalong Indonesia

By Mei 13, 2017

Peningkatan kompetensi

In House Training (IHT) setiap akhir pekan

By Mei 13, 2017
To Top